Setelah Dijelaskan Ribuan Tahun Silam dalam Al quran, Para Ahli Sains Akhirnya Membenarkan Fakta Suara Ketukan Bintang di Luar Angkasa

Gambar ilustrasi dari chanel islam bersatulah (Foto : Screenshoot Youtube)
Gambar ilustrasi dari chanel islam bersatulah (Foto : Screenshoot Youtube)

SAMPANGTIMES, MALANG – Setiap mahkluk yang ada di dunia ini, tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Termasuk manusia yang juga memiliki keterbatasan.

Salah satunya dalam menangkap frekuensi gelombang suara. 

Manusia pada umumnya hanya bisa mendengar gelombang suara yang memiliki frekuensi berkisar antara 20 hertz hingga 20 ribu hertz. Atau yang dikenal dengan istilah Audiosonik.

Sedangkan gelombang suara dibawah 20 hertz, dikenal dengan sebutan infrasonik. 

Dimana manusia tidak bisa mendengar gelombang suara yang ada di bawah frekuensi tersebut. 

Biasanya hewan seperti anjing dan jangkrik, bisa mendengar frekuensi suara infrasonik.

Hal ini juga berlaku untuk gelombang suara ultrasonik. 

Dengan frekuensi yang melebihi 20 ribu hertz membuat manusia tidak bisa menangkap gelombang suara tersebut. 

Namun, beberapa hewan seperti kelelawar dan lumba-lumba, bisa menangkap gelombang suara diatas frekuensi 20 ribu itu.

Gelombang suara ultrasonik tidak hanya ada di bumi saja. 

Salah satunya juga terdapat di luar angkasa. 

Dengan frekuensi yang tinggi, membuat manusia yang ada di bumi tidak bisa mendengar suara yang terjadi di luar angkasa.

Meski manusia tidak bisa menjangkau suara Ultrasonik yang ada di antariksa namun gelombang suara diatas frekuensi 20 ribu hertz itu, bisa direkam menggunakan alat canggih yang dirancang oleh pakar sains dan ilmuan.

Namun, beberapa waktu lalu, salah satu astronot pertama yang berasal dari negara Cina, Yang Liwei mengaku mendengar suara ketukan misterius yang tidak bisa dijelaskan, saat berada di luar angkasa.

Dari pendalaman MalangTIMES dengan mendengarkan rekaman suara yang dimaksud oleh pria kelahiran 21 Juni 1966, yang diunggah oleh chanel youtube Islam Bersatulah. 

Nampak terdengar jelas suara menyerupai seseorang yang sedang mengetuk pintu.

Jika diulas secara mendalam, para ilmuan menyebut suara misterius tersebut dengan istilah “bintang yang mengetuk pintu”. 

Selain itu juga disebut dengan kata ilmiah Pulsar. Yakni sisa bintang yang memancarkan gelombang radio yang kuat, dan dapat bersinar secara terang benderang.

Di sisi lain, jika merujuk pada Al-quran sebenarnya pulsar sudah dicantumkan dalam kitab suci yang dianut oleh umat muslim tersebut. Yakni dikenal dengan istilah Tariq. Seperti yang tertuang dalam surat At-Tariq.

“Demi langit dan yang datang pada malam hari, dan tahukah kamu apa yang datang pada malam hari itu?, yaitu bintang yang bersinar tajam,” (Qs : At-Tariq ayat 1-3)

Jika diulas secara lebih mendalam, dalam bahasa arab Tariq juga bisa diartikan sebagai pengetuk pintu.

Namun, sebagian orang ada yang membantah kandungan makna dalam surat At-Tariq. 

Salah satu alasannya, ada yang menduga jika Al-Quran adalah buatan manusia, atau yang sering dilekatkan dengan paradigma buatan Nabi Muhammad saw.

Sebagian orang jaman dulu membantah bukan tanpa alasan. Mereka beranggapan bagaimana mungkin Muhammad mendengar suara yang ada di luar angkasa. 

Sedangkan pada 1.400 tahun lalu, belum ada perkembangan sains dan teknologi yang bisa merekam suara ultrasonik yang ada diluar angkasa.

Hingga akhirnya gagasan ini tidak bisa diterima oleh sebagian orang. 

Selain itu juga ada yang meragukan jika bintang yang berpijar di langit, ternyata bisa menghasilkan suara seperti orang yang sedang mengetuk pintu.

Seiring berjalannya waktu, para pakar sains dan ilmuan akhirnya menemukan fakta jika, arti dalam surat At-Tariq tidak hanya memberi makna bintang yang bersinar. 

Melainkan juga memberi pesan tersirat akan bintang yang menghasilkan bunyi seperti orang yang mengetuk pintu.

Dari kandungan Al-quran serta temuan para ilmuan yang sejalan, seolah membuat sebagian orang percaya jika kitab suci yang diyakini oleh umat muslim ini, bukanlah buatan manusia. Melainkan buatan Tuhan.

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]sampangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]sampangtimes.com | marketing[at]sampangtimes.com
Top