Anies Baswedan Disemprit Bawaslu, Warganet : Pakai Kekerasan, Kalian Akan Berhadapan dengan Batman

Ilustrasi Anies Baswedan (Ist)
Ilustrasi Anies Baswedan (Ist)

SAMPANGTIMES, MALANG – Beberapa hari lalu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memanggil Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta. Pemanggilan Anies terkait gestur dan ucapannya saat menghadiri acara Konferensi Nasional Partai Gerindra di SICC, Sentul, Jawa Barat, Senin (17/12/2018) lalu.

Anies sebagai pejabat negara diduga melanggar pasal 547 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang berbunyi, "pejabat negara yang dengan sengaja membuat/atau melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu peserta pemilu dalam masa kampanye, memungkinkan untuk dipidana dengan hukuman penjara paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp 36 juta,".

Sontak saja peristiwa tersebut menjadi ramai dan viral di media sosial Twitter. Tagar SaveAniesBaswedan pun sempat menjadi trending topik di Twitter beberapa hari lalu.

@Kateb_Khalid menulis, "Tolong jangan sampai pakai cara kekerasan seperti kalian mencederai bang Hermansyah dan Bang Novel. Karena bila cara seperti itu kalian lakukan ke mas Anies. Kalian akan berhadapan dengan BATMAN,".

Ucapan Kateb tersebut menyiratkan secara lugas. Bahwa, peristiwa acung dua jari yang dilakukan Anies yang membuatnya dipanggil oleh Bawaslu dan diincar dengan hukum penjara 3 tahun, bisa membuat warganet yang secara lugas terlihat pendukung Gubernur DKI Jakarta, siap pasang badan.

Penggunaan kata BATMAN mencerminkan, bahwa apabila terjadi sesuatu dengan Anies karena yang dipersangkakan melakukan pelanggaran pidana pemilu, Bawaslu atau pun pihak lainnya akan berhadapan dengan manusia-manusia sekuat superhero Marvel berjubah kelelawar. Bukan hanya satu tapi jutaan orang.

@r_rakutta menjelaskan, "2 jam panggilan itu memarahkan 200 juta rakyat Indonesia,".

@MSApunya menuliskan juga secara tegas, jangan sampai melakukan kriminalisasi terhadap Anies Baswedan. "Jangan kriminalisasi Gubernur DKI. Kami ada di belakangmu @aniesbaswedan,".

Warganet lainnya juga berkomentar mengenai pemanggilan Anies oleh Bawaslu karena persoalan acung dua jari yang disimbolkan sebagai bentuk dukungan kepada paslon Capres 02. Padahal, kata @PututEkojati, "Hanya karena dua jari gubernur @aniesbaswedan diancam 3 tahun penjara. Apa sih bedanya jari @aniesbaswedan dengan jari LBP, SMI, dan para gubernur, bupati yang lainnya yang sama-sama acungkan jari? Acungkan satu jari AMAN acungkan dua jari dijerat hukum. Tontonan yang memalukan," tulisnya.

Pernyataan Putut diperkuat oleh @Halimii31 yang menuliskan sambil mengunggah sebuah foto para pejabat negara. "Yang begini juga masuk pidana kah? mereka begitu semangat sekali,".

Bahkan ada warganet yang kembali ke belakang, menoleh kasus yang tak pernah tuntas atas penyerangan Novel Baswedan, sepupu Anies Baswesdan. "2 sodara yang diasingkan pemerintah. Yang satu diabaikan masalahnya. Yang satu lagi dicarikan masalahnya. Yang dulu orang tuanya berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia (RIWAYATMU KINI)," tulis @Ida_Indah81.

Banyak warganet lain juga mengomentari mengenai peristiwa terhadap Anies dengan dua jarinya. "Dua jari Pak Anies sangat berbahaya. Beda dengan jari para pejabat lainnya," tulis @RiduanM6.

 


 

 

Pewarta : Dede Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]sampangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]sampangtimes.com | marketing[at]sampangtimes.com
Top