Model Busana Loose Bakal Jadi Tren Fashion 2019-2020

Foto istimewa
Foto istimewa

SAMPANGTIMES, MALANG – Celana loose, blouse loose, coat loose, dan item-item fashion lain yang 'longgar-longgar' bakal menjadi tren di tahun 2019-2020. Hal ini dinyatakan oleh desainer Agus Sunandar. Untuk itulah, koleksinya yang terbaru yakni Runako juga memproduksi coat-coat model loose.

"Karena kecenderungannya nanti tren fashion itu arahnya ke sana, lebih longgar-longgar," ungkap Dosen Tata Busana Universitas Negeri Malang (UM) ini kepada MalangTIMES.

Menurutnya, konsep fashion ke depan bakal lebih multifungsi dan lebih efisien. Jadi, baju bisa digunakan banyak orang. Selain itu, kadang-kadang bisa jadi unisex, artinya bisa dipakai wanita maupun laki-laki, bisa dipakai remaja ataupun ibu-ibu.

"Jadi konsepnya seperti itu. Lebih multifungsi, lebih fungsional," imbuhnya.

Nah, pengaruhnya adalah pada ukuran rata-rata, lebih all size. Agus mencontohkan satu item fashion yakni pants. Menurutnya, model celana akan lebih cenderung 'gombor-gombor'. Bukan model skinny seperti sebelumnya.

"Bukan yang model-model pencil kayak yang sebelumnya itu. Tapi ini lebih loose, lebih gombor. Akhirnya bisa sampai sama kayak model-model kulot jaman dulu tapi ini dengan look yang baru," papar Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Malang tersebut.

Begitu juga dengan blouse. Modelnya pun juga akan lebih loose dan longgar. Sementara itu, tren fashion untuk 2020-2021 akan dibicarakan dalam Agenda tahunan asosiasi desainer Indonesian Fashion Chamber (IFC), Januari Board Meeting (JBM) yang kali ini akan diadakan di Semarang.

Untuk diketahui JBM merupakan pertemuan desainer seluruh Indonesia. Di sana, akan dibahas mengenai persoalan-persoalan yang berkaitan dengan perkembangan industri fashion di Indonesia, termasuk tentang trend forecasting untuk 2020-2021.

"Salah satunya juga akan dibahas mengenai langkah-langkah untuk mencapai target Indonesia untuk menjadi kiblat fashion muslim dunia di tahun 2020," pungkas Agus.

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]sampangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]sampangtimes.com | marketing[at]sampangtimes.com
Top