Curi Sapi, Pria Ini Ditembak Polisi

Ponidi dan Suyono dua dari empat komplotan pencurian spesialis hewan ternak, saat diamankan polisi, Kecamatan Turen (Foto : Polsek Turen for MalangTIMES)
Ponidi dan Suyono dua dari empat komplotan pencurian spesialis hewan ternak, saat diamankan polisi, Kecamatan Turen (Foto : Polsek Turen for MalangTIMES)

SAMPANGTIMES, MALANG – Sapi sepertinya masih menjadi hewan ternak yang “sexy” bagi kawanan pencuri. Terbukti, Unit Reskrim Polsek Turen, baru saja menggagalkan aksi pencurian hewan berkaki empat tersebut, Kamis (14/3/2019) dini hari.

Tersangkanya adalah Ponidi (44) warga Jalan Piere Tendean Kelurahan/Kecamatan Turen, dan Suyono (46) warga Jalan Cokroaminoto Gang Istiharoh, Desa Kebonsari Kulon Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo.

Lantaran berusaha melawan saat diamankan, Ponidi terpaksa dilumpuhkan kakinya dengan timah panas oleh polisi. “Kedua tersangka ini merupakan komplotan spesialis pencurian hewan ternak yang terdiri dari empat orang. Hingga saat ini kasusnya masih kami kembangkan, termasuk memburu keberadaan dua pelaku lainnya,” kata Kanit Reskrim Polsek Turen Iptu Soleh Mas’udi.

Berdasarkan informasi yang didapat Malangtimes.com, aksi pencurian hewan ternak yang berhasil digagalkan polisi ini, terjadi pada tengah malam. Saat itu Wari (korban) warga Desa Undaan Kecamatan Turen ini, sempat memberi makan sapi miliknya.

Setelahnya, kakek 69 tahun tersebut memutuskan untuk masuk ke dalam rumah untuk beristirahat. Sekitar satu jam berselang, tepatnya sekitar pukul 01.00 waktu setempat, korban saat itu mendengar suara yang mencurigakan dari arah kandang sapi miliknya.

Ketika itu, kakek yang berusia lebih dari setengah abad ini sempat berfikir positif. Namun, karena merasa penasaran korban akhirnya menghampiri kandang sapi miliknya. Benar saja, ketika menuju ke kandang yang ada di belakang rumahnya, seekor sapi milik korban sudah tidak ada di kandang.

Mengetahui hal ini, Wari beserta istrinya bergegas mengabarkan kepada para tetangganya. Merasa sapinya hilang karena dicuri, kasus ini akhirnya dilaporkan ke Polsek Turen.

Mendapat laporan, petugas kepolisian beserta warga setempat bergegas melakukan penyisiran. Beberapa saat kemudian, petugas mendapati jika sapi milik korban disembunyikan di sebuah pekarangan. Merasa aksinya ketahuan, komplotan pencuri yang beranggotakan empat orang ini, memutuskan untuk kabur dari kejaran massa. Meski sempat melawan dengan menodongkan senjata tajam, kedua pelaku akhirnya berhasil diringkus petugas.

“Dari proses penyidikan, tersangka atas nama Ponidi merupakan seorang residivis. Aksi pencurian yang dilakukan komplotan ini sudah berlangsung sejak 2018,” sambung Soleh kepada Malangtimes.com.

Di hadapan petugas, Ponidi mengaku terpaksa melancarkan aksi pencurian sapi karena memiliki tanggungan hutang. Selain itu, kebutuhan anak istri yang semakin banyak, membuat pelaku nekat melakukan pencurian hewan ternak.

"Saya punya tanggungan hutang Rp 6 juta kepada teman saya. Sedangkan penghasilan dari bekerja sebagai tukang kayu tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ujar Ponidi saat dimintai keterangan polisi.

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]sampangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]sampangtimes.com | marketing[at]sampangtimes.com
Top