Arumi Bachsin Ajak Warga Jatim Jaga Kebersihan dan Lawan Stunting

Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

SAMPANGTIMES, MALANG – Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin mengajak warga Jatim menjaga kebersihan dan melawan stunting. Sebab, sampai sekarang, angka stunting di beberapa kota dan kabupaten di Jatim masih cukup tinggi.

Berdasarkan data yang ia miliki, Arumi menjelaskan, stunting di Jatim mengalami penurunan sejak 2013 hingga 2018. Namun meski begitu. angka tersebut dinilai masih sangat tinggi. Pada 2013 lalu, angka stunting Jatim adalah 35,8 persen dan turun menjadi 32,81 persen pada 2018.

"Itu sebabnya kami roadshow ke beberapa Bakorwil se-Jatim. Malang ini yang terakhir untuk sosialisasikan stunting dan sampah," katanya saat usai memberikan pemaparan dan sosialisasi yang digelar di Bakorwil Malang, Jumat (12/4/2019).

Istri Wagub Jatim Emil Dadak itu menjelaskan, ada 12 kota dan kabupaten di Jawa Timur yang kini menjadi prioritas untuk pengentasan masalah stunting. Salah satunya adalah Kabupaten Malang, yang pada 2017 pemantauan status gizi (PSG) menunjukkan balita stunting sebanyak 28 persen. Sedangkan berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, balita stunting sebanyak 31,74 persen.

Menurut Arumi, perlu ada gerakan khusus untuk mengurangi angka bayi stunting tersebut. Sebab, berdasarkan riset, stunting bukan dikarenakan faktor ekonomi, melainkan pada pola pengetahuan dan pemahaman orang tua.

"Ada yang orang tuanya ekonomi menengah ke atas tapi anaknya stunting. Ada orang tua ekonominya menengah ke bawah, anaknya nggak stunting. Tergantung pada pola asuh juga sebenarnya," jelas dia.

Arumi juga menyampaikan jika sampah menjadi salah satu penyebab stunting. Pasalnya, sampah memberi kontribusi mengotori lingkungan dan membuat tidak hieginis. 

Jadi, ia mengajak warga di Jatim, khususnya dari lingkup rumah tangga, untuk menjaga kebersihan. Di antaranya dengan memilah sampah sejak dari dalam rumah. Sebab, ternyata penyumbang terbesar sampah adalah rumah tangga. Ketika sampah sudah dipilah, maka akan sangat membantu proses penguraian sampah. "Selain itu kita dapat berkontribusi untuk mengurangi pemanasan global," ucapnya.

Di sisi lain, Ninis Herlina dari bagian Pelayanan Kesehatan Dinkes Provinsi Jatim  menambahkan, stunting dapat dicegah. Salah satunya dengan meningkatkan pemahaman para calon orang tua tentang bahaya stunting.

Oleh sebab itu, pemahaman mulai sejak remaja tentang bahaya stunting harus diketahui, khususnya untuk calon ibu. "Kondisi ibu hamil juga harus terus dijaga, baik fisik maupun psikologisnya, karena itu sangat bisa berpengaruh terhadap stunting," ungkapnya. 

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]sampangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]sampangtimes.com | marketing[at]sampangtimes.com
Top