Soal Optimalisasi Pertumbuhan Ekonomi, Wali Kota Malang Janji Buka Jalan Akses Baru

Wali Kota Malang Sutiaji saat berbicara dalam seminar dan diskusi Malang Raya Economic Forum di Hotel Santika Malang. (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji saat berbicara dalam seminar dan diskusi Malang Raya Economic Forum di Hotel Santika Malang. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

SAMPANGTIMES, MALANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bakal menggenjot sektor infrastruktur untuk mengatasi masalah kemacetan. Pasalnya, kemacetan dinilai menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut kurang maksimal. 

Wali Kota Malang Sutiaji mengungkapkan bahwa permasalahan di wilayah tersebut tidak lepas dari posisi Kota Malang yang menjadi bagian dari Malang Raya. "Makanya tadi kita harus berbicara antara tiga kepala daerah, Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang," ujar Sutiaji usai menjadi pembicara dalam Malang Raya Economic Forum, Jumat (12/4/2019) di Hotel Santika Malang. 

Dalam agenda yang digelar Bank Indonesia (BI) Malang bersama Ikatan Sarjana Ekonomi (ISEI) Malang tersebut, banyak potensi yang dinilai belum optimal akibat kurangnya sinergi antar pemerintah daerah (pemda). "Memang banyak yang harus dilakukan. Salah satunya soal transportasi masal, harapan kami ini menjadi komitmen bersama," sebutnya. 

Sementara untuk kebijakan lokal di tingkat Kota Malang, lanjut Sutiaji, pihaknya tengah menyusun kebijakan-kebijakan baru. Di antaranya akan membuka beberapa ruas jalan baru. "Insha Allah dengan pembukaan akses jalan baru, yang di 2019 ini sudah ada kajian untuk melihat karakter orang jalan itu arahnya ke mana. Sehingga, nanti bisa dipertimbangkan membuka jalan-jalan baru di mana saja," paparnya. 

Jalur-jalur baru itu, di antaranya yakni jalan tembus Tlogomas-Karanglo, Sudimoro-Karanglo, Tidar-Genting, serta Muharto-Ranugrati. "Kota Malang ini sudah sangat lama tidak menambah ruas jalan, padahal pertumbuhan penduduk dan juga kendaraan sangat masif. Pembukaan jalan baru ini salah satu solusi juga, kalau arus barang dan jasa dalam kota lancar tentu bisa memacu pertumbuhan ekonomi," sebutnya. 

Selain itu, pengembangan layanan berbasis digital juga akan dipacu. "Selain infrastruktur juga soal birokrasi administratif. Ada permintaan berkaitan dengan perizinan harus gampang dan sebagainya, maka digitalisasi menjadi keharusan menuju ke Malang Smart City karena itu tuntutan bagi kita semua," terang Pak Aji, sapaan akrabnya.

Diberitakan sebelumnya, ISEI Malang menilai perlu adanya peningkatan konkret kerja sama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Pemkot Batu, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Sedangkan Bank Indonesia Malang menawarkan kolaborasi pentahelix yang dapat diterapkan demi mempercepat kemajuan perekonomian di Bhumi Arema.

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]sampangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]sampangtimes.com | marketing[at]sampangtimes.com
Top