Inilah Kasus Mutilasi Paling Sadis dari Tahun ke Tahun di Indonesia, Beberapa Belum Terungkap

Tim Inavis saat sedang melakukan olah TKP (Dokumen MalangTIMES)
Tim Inavis saat sedang melakukan olah TKP (Dokumen MalangTIMES)

SAMPANGTIMES, MALANG – Kasus pembunuhan disertai mutilasi bukan hanya sekali dua kali terjadi. Di Indonesia, peristiwa mengerikan ini bahkan sudah menggegerkan publik sejak 1981. Kala itu, potongan tubuh manusia ditemukan di kawasan Setia Budi oleh dua orang gelandangan yang tengah mengais di jalanan.

Namun sayangnya, kasus yang baru pertama kali terungkap ke publik itu belum menemui titik terang hingga sekarang. Bahkan dalam berbagai berita dan sumber, disebutkan jika peristiwa memilukan tahun 1981 itu telah menginspirasi pelaku kejahatan lain untuk memutilasi korbannya pada 1989.

Dua kasus yang cukup menggemparkan itu memang masih menyisakan banyak pertanyaan publik. Terlebih, dari tahun ke tahun hampir selalu ditemui kasus yang hampir sama. Mutilasi dengan memotong tubuh korban menjadi beberapa bagian masih ditemui hingga sekarang.

Paling baru adalah yang terjadi pada Mei 2019 ini. Peristiwa menghebohkan itu terjadi di Kota Malang, dan sampai saat ini pihak berwajib masih terus melakukan penyidikan lebih dalam untuk mengetahui motif pelaku.

Selain mutilasi di Kota Malang, berikut ini MalangaTIMES rangkum beberapa kasus mutilasi lain yang terjadi di Indonesia dari tahun ke tahun.

1. Mutilasi Setia Budi, 1981
Mutilasi yang belum terungkap siapa korban dan pelakunya hingga sekarang itu menjadi kasus besar dalam sejarah mutilasi Indonesia. Karena kasus yang terjadi pada 1981 itu menjadi kasus mutilasi pertama yang diketahui publik. Kasus pertama itu pun dapat dikatakan sangat sadis. Karena tubuh dipotong dalam beberapa bagian yang sangat kecil, bahkan dari hasil forensik, dokter menyatakan ada beberapa bagian tubuh yang hilang.

Bagian tubuh yang hilang itu adalah anus, kantung kencing dan pankreas. Selain itu, dr. Mun’im selaku Dokter Ahli Forensik RSCM yang melakukan pemeriksaan terhadap potongan tubuh itu juga menemukan fakta bahwa korban menderita penyakit fimosis, yaitu lubang saluran urine yang sangat sempit di ujung kemaluan yang tidak bersunat.

Dari hasil pemeriksaan, dinyatakan jika korban mutilasi itu merupakan seorang laki-laki muda berusia 18 hingga 21 tahun. Dengan ciri-ciri tinggi 165 centi meter, tubuh tegap, agak gemuk, dan memiliki tahi lalat di beberapa bagian tubuh.

Selain itu, dari hasil pemeriksaan forensik, pelaku juga diduga menyayat dan mengelupas seluruh daging dari tulang korban. Diperkirakan butuh waktu tiga sampai empat jam bagi untuk pelaku melakukan mutilasi keji tersebut.

Dari hasil penyidikan, kemungkinan mutilasi dilakukan lebih dari dua orang. Namun sayangnya, setelah hasil penyelidikan dilakukan tak ada satu pun keluarga yang membuat laporan kehilangan. Hingga pada akhirnya, kasus pertama yang terungkap ke publik itu sama sekali belum menemui titik terang. Siapa pelaku, siapa korban, dan motif mutilasi itu masih menjadi misteri hingga sekarang.


2. Mutilasi Keji Suami Beristri Dua, 1989
Kasus mutilasi mengerikan berikut ini mungkin menjadi kasus mutilasi pertama yang berhasil diungkap pihak kepolisian. Karena pasca mutilasi 1981, pembunuhan keji dengan disertai mutilasi itu dapat mengungkap setiap misteri yang membuat publik gempar.

Korban yang dimutilasi itu ternyata adalah perempuan paruh baya bernama Diah. Guru TK Trisula yang sering disapa Nyonya Diah itu ditemukan tak bernyawa dan telah dipotong menjadi tujuh bagian di depan kampus IKIP Rawamangun (sekarang Universitas Negeri Jakarta).

Wajahnya disayat sehingga tak bisa dikenali. Selain itu, jari korban juga telah dipotong dan dibuang oleh pelaku. Sehingga membuat pihak kepolisian merasa kesulitan mengungkap identitas korban saat itu.

Namun meski membutuhkan waktu, pihak berwajib akhirnya menangkap suami Nyonya Diah, Agus Naser Atmadiwirja yang juga merupakan Kepala SMA Muhammadiyah II Kemayoran, Jakarta. Agus ditangkap di rumah istri mudanya di Kampung Cikangkung, Cisewu.

Kepada polisi, Agus mengaku jika ia tega memutilasi tubuh istrinya karena terinspirasi kasus mutilasi Setia Budi yang terjadi pada 1981. Karena kasus tersebut belum dapat diungkap oleh pihak kepolisian.

Sementara motif lain yang menyebabkan dia tega menghabisi nyawa istrinya secara keji adalah karena pertengkaran hebat yang terjadi di antara ke duanya. Karena Nyonya Diah mulai mencium gelagat suaminya tersebut yang telah memiliki istri muda.

Pertengkaran hebat terjadi di antara ke duanya, dan membuat Agus kalap serta tega memukul istrinya dengan balok ke bagian kepala sebanyak dua kali. Tak berhenti di situ, kepala istrinya itu ia benturkan ke tembok dan ubin hingga beberapa kali, dan membuat Nyonya Diah kehilangan nyawanya.

Pasca membuat nyawa istrinya melayang, Agus mencincang tubuh istrinya menjadi tujuh bagian. Dia pun memasukkan potongan tubuh itu ke dalam dua karung plastik bekas tempat beras. Sebuah karung diisi potongan badan korban, yang sebuah lagi diisi potongan kaki, tangan, dan serpihan-serpihan daging. Sedangkan kepala korban sengaja dimasukkan ke dalam kantong plastik hitam.


3. Mutilasi 11 Orang, Ryan Jombang, 2008
Kasus yang melibatkan Very Idham Henyansyah atau lebih dikenal Ryan Jombang ini menjadi sebuah kasus yang sangat bersejarah di Indonesia. Bagaimana tidak, Ryan merupakan salah seorang yang tega menghabisi 21 nyawa dan memutilasinya.

Dari hasil penyidikan, ada beberapa alasan yang mendorong Ryan membunuh serta memutilasi korbannya. Motif pertama adalah faktor ekonomi, dan motif ke dua adalah faktor cemburu. Pada motif pertama, Ryan mengaku telah memutilasi 10 korbannya dan menguburnya di halaman belakang rumah orang tuanya di Jombang.

Kasus pembunuhan disertai mutilasi itu dilakukan Ryan dalam kurun waktu 2006 sampai 2008. Sementara kasus yang membuatnya tertangkap adalah ketika potongan tubuh Heri Santoso ditemukan di dekat Kebun Binatang Ragunan.

Diketahui, Ryan menghabisi nyawa Heri lantaran cemburu dengan cara ditusuk dan dipukul kepala menggunakan tongkat besi sebelum akhirnya dipotong menjadi beberapa bagian. Kasus mutilasi ini sungguh sangat menghebohkan dan membuat publik sangat tercengang.


4. Istri Tega Mutilasi Suami Karena Cemburu, 2008
Kasus mutilasi yang kembali menghebohkan publik adalah mutilasi yang dilakukan seorang istri kepada suaminya karena merasa cemburu. Kasus itu terjadi pada 2008 di Jakarta. Pelakunya adalah Sri Rumiyati yang memilih membunuh suaminya bernama Hendra dan memutilasi menjadi beberapa bagian.

Pembunuhan dengan disertai mutilasi itu dia lakukan lantaran merasa sakit hati sering mendapat perlakuan kasar dari suami. Selain itu ia merasa cemburu karena suami lebih memperhatikan istri pertamanya yang ada di Lampung. Dia pun merasa sakit hati karena sering mendapat hinaan.

Dalam pengakuannya, Sri Rumiyati menyampaikan jika ia membunuh suaminya menggunakan batu koral yang ia jatuhkan pada Hendra saat suaminya tersebut tertidur. Sempat bergerak saat terkena benturan batu pertama, Sri Rumiyati kemudian kembali menjatuhkan batu itu untuk ke dua kalinya hingga akhirnya Hendra benar-benar kehilangan nyawanya.

Menyadari suaminya tak bernyawa, Sri Rumiyati merasa bingung. Karena tubuh Hendra yang besar dan tinggi membuatnya kesusahan harus membuang ke mana mayat suaminya itu. Setelah berfikir lama, ia terinspirasi oleh kasus mutilasi yang dilakukan Rian beberapa waktu lalu.

Dari situ ia memutuskan untuk memotong bagian tubuh suaminya, lalu memasukkan ke dalam tas dan kantong plastik. Potongan tubuh itu pun ia masukkan dan titipkan di beberapa bus yang berbeda. Dengan harapan, jasad suaminya itu dapat ditemukan dan dikuburkan.

Tubuh suaminya itu ia potong menggunakan golok yang ia pinjam dari tetangga. Kemudian ia memotong kaki bagian pergelangan dan dilanjutkan hingga kepala dan bagian tubuh lainnya. Bagian tubuh itu kemudian dia masukkan ke dalam kardus dan travel bag.

Kardus pertama ia titipkan ke bus tujuan Bandung. Kardus dan tas dia tinggalkan di bus jurusan Pulogadung. Satu tas berisi bagian tubuh lainnya ia tinggalkan di taksi.


5. Mutilasi Anak Jalanan, 2010
Kasus memilukan berikutnya adalah mutilasi yang berhasil diungkap pada 2010 lalu. Pelakunya dikenal sebagai Baekuni alias Babe yang sering berkutat dengan anak jalanan. Dia dikenal sebagai pembunuh sadis, karena telah menghabisi 14 nyawa sejak 1993.

Babe sengaja menghabisi nyawa anak-anak tersebut dengan cara dijerat menggunakan tali sampai lemas. Itu ia lakukan karena anak-anak tersebut menolak untuk disodomi. Bahkan dari salah satu korbannya, Babe tega menyodomi meski korbannya telah meninggal dunia.

Baru setelah itu Babe melampiaskan hasratnya dengan memotong bagian tubuh korbannya. Kemudian bagian tubuh tersebut ia buang ke beberapa tempat. Babe sendiri ditangkap oleh pihak berwajib pada 9 Januari 2010, sehari setelah potongan jasad Ardiansyah di Jembatan BKT Cakung, Jakarta Timur.


6. Mutilasi Tawangmangu, 2011
Mutilasi yang terjadi di Tawangmangu pada 2011 lalu ini masih menyimpan misteri. Karena sampai sekarang, belum ada titik terang tentang penemuan jasad perempuan tanpa kepala di Dusun Tapan, desa Sepanjang, Tawangmangu Karanganyar-Jawa Tengah itu.

 Bahkan potongan jasad ini terbagi tiga yakni tubuh, pergelangan tangan, dan kepala yang disertai keanehan lainnya. Polisi yang meyakini korban disiksa sebelum dibunuh menemukan barang bukti berupa kemenyan, uang koin kuno, kapur sirih dan gambir (buah pinang) di TKP. Lokasi hutan yang sangat sepi meski siang hari membuat kasus ini tetap menjadi misteri mengerikan sampai sekarang.

 

7. Mutilasi Ibu dan Anak, 2011 
Masih di tahun yang sama, mutilasi keji lainnya dialami pasangan ibu dan anak di Jakarta Utara. Peristiwa memilukan itu menimpa Hartati dan anaknya yang masih berusia enam tahun, Itu Eriyanti. Kasus pembunuhan bermula lantaran  pelaku, Rahmad Awiwi tidak mau menikahi Hartati yang tengah berbadan dua.

Ke duanya memang diketahui hidup bersama tanpa ikatan resmi sebagai suami istri. Merasa terus didesak untuk menikahi, Rahmad Awiwi kemudian tega membunuh pasangan ibu dan anak tersebut. Bahkan, ke duanya juga tega ia mutilasi menjadi beberapa bagian.

Mayat Hartati ditemukan dalam kardus TV di tepi jalan Kampung Bulak Koja-Jakarta Utara. Sedangkan mayat Eriyanti di dalam koper di jalan Cakung Cilincing-Jakarta Timur.


8. Anak Mutilasi Ke Dua Orangtua, 2012
Kejadian memilukan ini terjadi di Borgot Biri, Dusun VII Kecamatan Aektuasan, Pulo Raja, Labuhanbatu, 2012 lalu. Pelakunya adalah Nelson Hutapea yang tega menghabisi nyawa ke dua orangtuanya. Bukan hanya menghabisi nyawa, pria yang diketahui pengangguran itu juga memotong beberapa bagian tubuh orangtuanya.

Sebelum akhirnya ditangkap, bapak dua anak itu juga diketahui telah memberi kabar kepada saudara tertuanya, dan menyampaikan jika ke dua orangtuanya telah meninggal dibunuh. Namun setelah ditangkap pihak berwajib, pria berkepala pelontos itu tak mengakui perbuatannya dan mengelak telah membunuh orangtuanya.

Semenjak berpisah dari istrinya, Nelson diketahui mengalami sedikit depresi. Beberapa tetangga pun menyampaikan jika dirinya sering membuat keributan dengan orangtuanya ketika tak diberikan uang. Nelson diketahui mengahabisi nyawa orangtuanya menggunakan sabit.


9. Memutilasi Kekasih Berbadan Dua, 2016
Kasus mutilasi menghebohkan dan terbilang sangat sadis berikutnya adalah mutilasi yang menimpa Nur Atikah. Tersangka yang tega melakukan aksi keji itu adalah kekasihnya sendiri, Agus alias Kudmayadi. Peristiwa memilukan itu terjadi di Tangerang pada 2016 silam.

Aksi keji itu dilakukan Agus lantaran ia terus didorong untuk menikahi kekasihnya yang tengah hamil tersebut. Karena merasa kesal, Agus akhirnya membunuh korban dengan cara dicekik. Agus yang diketahui memiliki anak dan istri di Surabaya itu kemudian memilih memutilasi tubuh kekasihnya untuk menghilangkan jejak.


10. Ayah Mutilasi Anak Kandung, 2016
Masih di tahun yang sama, kasus memilukan terjadi di Kompleks Asrama Mapolres Melawi, Gg Darul Falah, Desa Paal, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, Jumat (26/2/2016) dini hari. Seorang polisi berpangkat Brigadir, Petrus Bakus, tega menghabisi nyawa ke dua buah hatinya yang masih berusia empat dan tiga tahun.

Tak hanya membunuh, ke dua anak kecil itu juga dipotong menjadi beberapa bagian dan berserakan di atas kasur. Dalam penyidikan, Petrus mengaku mendapat bisikan dari Tuhan sehingga tega menghabisi nyawa anaknya.


11. Pembunuhan dan Mutilasi Kasir Minimarket, 2019
Terbaru, pembunuhan serta mutilasi yang dialami seorang kasir minimarket cukup menghebohkan publik. Kasus yang menimpa Vera Oktaria ini terjadi di Sumatera Selatan. Kuat dugaan, Vera dibunuh dan dimutilasi oleh kekasihnya sendiri, Prada Deri Permana. Sampai saat ini, pengejaran terhadap Prada DP masih terus dilakukan pihak berwajib. Bahkan dari informasi terkahir, pengejaran dilakukan hingga ke Jawa Timur.


12. Mutilasi Enam Bagian, Kota Malang, 2019
Mutilasi yang terjadi di Pasar Besar, Kota Malang belum lama ini juga masih menyisakan misteri. Meski pelaku mutilasi telah tertangkap, namun motif dari kasus tersebut masih didalami oleh pihak berwajib. Pelaku yang diketahui bernama Sugeng dalam penyidikan sebelumnya mengaku jika korban yang diketahui berjenis kelamin perempuan itu telah meninggal terlebih dulu lantaran sakit sebelum dimutilasi. 

Selain itu, pelaku juga mengaku jika mutilasi ia lakukan lantaran keinginan korban. Namun pernyataan itu masih terus digali oleh pihak berwajib.

Beberapa kejanggalan dalam kasus ini masih menyimpan misteri. Pasalnya, pada jasad korban juga ditemui tato yang sengaja dibuat oleh pelaku dengan kalimat yang sedikit sulit dipahami. Jasad korban pun dipotong dalam beberapa bagian, meliputi kaki, tangan, tubuh dan kepala. 

 

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]sampangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]sampangtimes.com | marketing[at]sampangtimes.com
Top