Ketupat Oyek, Gurihnya Hidangan Lebaran Paduan Bumbu Petis-Koya di Malang

Tampilan menu ketupat oyek yang menjadi hidangan khas Lebaran di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Tampilan menu ketupat oyek yang menjadi hidangan khas Lebaran di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

SAMPANGTIMES, MALANG – Ketupat menjadi salah satu kuliner khas Lebaran di Indonesia. Setiap daerah memiliki ciri khas yang berbeda dalam menyajikan nasi terbungkus daun kelapa muda itu. 

Di daerah Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, ketupat lebaran disajikan dengan bumbu oyek. 

Perpaduan kacang, koya kelapa sangrai, petis udang dan bumbu-bumbu dasar merah membuat bumbu oyek memiliki rasa gurih yang khas.

Rasanya berbeda dengan bumbu rujak, ketoprak atau gado-gado. Bumbu oyek terasa lebih manis karena ada koya kelapa. 

MalangTIMES berkesempatan menikmati ketupat oyek di kediaman Sumarlik, warga Desa Pandanajeng, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. 

Dengan sigap, perempuan 44 tahun itu meracikkan ketupat oyek. 

Pertama, bumbu oyek berwarna cokelat pekat itu diletakkan di dasar piring. Lalu ketupat dipotong-potong di atasnya, tahu goreng, disusul dengan tauge rebus. 

Taburan bawang merah goreng dan irisan seledri segar, ditambah kerupuk melengkapi hidangan. 

"Ini kuliner yang hanya dihidangkan saat Lebaran Syawal. Di sini, selain bumbu oyek juga ada rawon, ayam goreng, sayur tahu bumbu opor juga jadi pendamping ketupat," terangnya. 

Sumarlik menyebut, sajian tersebut biasanya disiapkan pada tanggal 7-8-9 Syawal atau bertepatan dengan Lebaran Kupatan. 

Dia menguraikan bahwa bumbu oyek berasal dari bumbu dasar merah, yakni bawang merah, bawang putih, cabai rawit, dan cabai merah yang digoreng lantas dihaluskan. 

Saat diblender atau diuleg, kacang tanah goreng dan koya kelapa parut sangrai juga ditambahkan. 

Setelah halus dan rata, racikan itu lantas ditambahkan air dan dijerang kembali. 

Saat mulai mendidih, gula merah dan petis udang ditambahkan. Juga garam dan penyedap untuk menyeimbangkan cita rasa. 

"Kalau suka bisa ditambahkan kecap manis, lalu direbus sampai mengental. Saat terlihat cukup kental, gula merahnya juga sudah mencair, bisa diangkat dan dihidangkan," urainya. 

Menurut Sumarlik, resep tersebut sudah turun-temurun diwariskan. 

Kesederhanaan ketupat oyek tak lantas membuat penikmatnya memilih menu lain. Bahkan, ketupat itu jadi primadona keluarga. 

"Meski sederhana, hidangan ini banyak dicari keluarga atau kerabat yang datang berkunjung. Karena kan hanya muncul setahun sekali," pungkasnya.

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]sampangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]sampangtimes.com | marketing[at]sampangtimes.com
Top