H-1 Putusan MK, Dua Tim Kuasa Hukum Perang Pernyataan

Ketua tim kuasa hukum Jokowi, Yusril Ihza Mahendra, yakin MK tolak petitum kuasa hukum Prabowo (Ist)
Ketua tim kuasa hukum Jokowi, Yusril Ihza Mahendra, yakin MK tolak petitum kuasa hukum Prabowo (Ist)

SAMPANGTIMES, MALANG – H-1 putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan capres-cawapres Pribowo Subianto-Sandiaga Uno soal dugaan pelanggaran pemilu yang terstruktur, sistematis dan masif (TSM), dua kubu tim kuasa hukum saling melempar pernyataan.

Walau tidak akan memengaruhi hasil keputusan diterima tidaknya 15 petitum dari tim kuasa hukum Prabowo-Sandiaga oleh MK, berbagai pernyataan itu cukup menarik bagi masyarakat yang antusias menyaksikan hasil akhir dari persidangan pilpres di MK dalam beberapa waktu lalu.

Gema pernyataan mulai ramai sejak MK selesai memeriksa berbagai data dan saksi dari kedua belah pihak. Misalnya pernyataan dari ketua tim kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra. Dia mengatakan, MK tidak akan mengabulkan gugatan Prabowo-Sandiaga. 

"Ada tiga hal yang membuat kami yakin gugatan tidak dikabulkan," ucap mantan menteri sekretaris negara dan juga menteri hukum dan HAM ini, seperti yang disampaikan kepada media.

Tiga hal yang dimaksud oleh Yusril adalah dugaan TSM tidak bisa dibuktikan oleh tim kuasa hukum 02. Padahal, dugaan yang dibawa ke MK itu harus terbukti minimal separo dari jumlah provinsi yang ada. Jika syarat itu tidak terpenuhi, maka tuduhan adanya kecurangan TSM tidak terbukti.

Kedua, dalam persidangan MK, hakim menilai alat bukti yang diajukan kubu Prabowo-Sandiaga tidak lengkap dan berantakan. Dokumen-dokumen disusun tidak secara sistematis. Tidak ada penjelasan keterkaitan. Serta ketiga adalah para saksi yang dihadirkan tim hukum yang diketuai Bambang Widjajanto itu juga dinilai tak maksimal.

Tiga dasar  tersebut yang membuat pihak Yusril yakin MK tidak akan mengabulkan permohonan pemohon.  "Dugaan saya, berat bagi MK untuk mengabulkan (gugatan Prabowo-Sandi). Ya, tapi apa yang akan terjadi ya tunggu saja besok," ujar ketua umum Partai Bulan Bintang ini yang diamini juga oleh anggota tim yang menegaskan 99,99 persen gugatan akan ditolak MK.

Tim kuasa hukum Prabowo sebaliknya memberikan pernyataan berbeda. Salah satu kuasa hukumnya, Luthfi Yazid, menyebut pihaknya justru yakin seluruh gugatan diterima. 
"Kami, kuasa hukum Prabowo-Sandi justru sebaliknya. Kita insya Allah sangat yakin permohonan kami akan diterima semuanya oleh MK," kata  Luthfi Yazid, seperti dilansir detik com.

Keyakinan tim kuasa hukum 02 didasarkan pada keterangan saksi-saksi yang dihadirkan dalam persidangan. Misalnya, kesaksian ahli yang dihadirkan, yaitu Prof Jazwar Koto, terkait keterangan adanya angka penggelembungan 22 juta.

"Ia menjelaskan secara saintifik berdasarkan digital forensik, sama sekali tidak terlegitimasi oleh termohon maupun terkait. Ini diperkuat oleh saksi lain yang menguatkan adanya dugaan kecurangan TSM," ujar Luthfi.

 

Pewarta : Dede Nana
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]sampangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]sampangtimes.com | marketing[at]sampangtimes.com
Top