Penularan Hepatitis A; Pacitan KLB, Tulungagung Nihil

Kadinkes Tulungagung  Mochammad Mastur (foto : Joko Pramono/Jatim Times)
Kadinkes Tulungagung Mochammad Mastur (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

SAMPANGTIMES, TULUNGAGUNG – Virus hepatitis A menyerang beberapa wilayah di Provinsi Jawa Timur. Di beberapa kabupaten, bahkan ratusan warganya sudah tertular penyakit infeksi hati itu.

Kabupaten Pacitan, misalnya, telah menetapkan kejadian luar biasa (KLB) dengan jumlah korban menyentuh angka 957 orang. Sementara, ada 227 penderita di Trenggalek.

Adanya penularan di Trenggalek ini membuat Dinas Kesehatan Tulungagung siag. Itu  lantaran Tulungagung berbatasan langsung dengan Trenggalek.

“Saya sudah menginstruksikan kepada puskesmas untuk selalu waspada. Apabila ditemukan penyakit hepatitis A, harus segera dilakukan tindakan untuk mencegah penularanya,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung Mochammad Mastur.

Hingga saat ini, belum ditemukan warga Tulungagung yang tertular penyakit hati ini. Hepatitis A merupakan penyakit yang berpotensi menjadi wabah jika tidak ditangani dengan benar.

Penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya asalkan penderita beristirahat, mengonsumsi makanan bergizi, dan menjalankan pola hidup sehat. Tidak ada obat spesifik untuk penyembuhan hepatitis A karena bisa diatasi dengan daya tahan tubuh yang baik. Untuk itu, penderita harus istirahat total kurang lebih satu minggu sampai nafsu makan meningkat sehingga penderita penyakit ini bisa sembuh sempurna.

“Hepatitis A ini tidak berbahaya. Bisa sembuh sendiri  kurun waktu satu minggu. Tapi jika tidak dilakukan penanganan yang baik, bisa meninggalkan bekas (cacat di hati),”terang Mastur.

Hepatitis A merupakan peradangan hati yang disebabkan virus hepatitis A yang ditandai dengan tidak enak badan, nyeri kepala, demam, urin berwarna pekat, dan tanda paling khasnya adalah kulit menguning.

Penularan hepatitis A dilakukan melalui air yang terkontaminasi virus hepatitis A. Kebiasaan buang air besar tidak di tempatnya, seperti di sungai, memperparah penularan penyakit ini. “Imbauan kami, sebisa mungkin buang air besar di jamban. Itu sangat mengurangi penularan penyakit hepatitis,” papar Mastur.

Penularan hepatitis erat dengan wilayah yang masih minim akses terhadap jamban. Dua  kecamatan di Tulungagung rentan penularan hepatitis lantaran kepemilikan jamban masih rendah. “Yang cakupan jambannya masih rendah itu di Kecamatan Pagerwojo dan Sendang,” ungkap Mastur.

 

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]sampangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]sampangtimes.com | marketing[at]sampangtimes.com
Top