Yuk ke Plumbangan Doko, Ada Wisata Alam Serba Jati di Perbukitan

Patung buaya berbahan kayu jati di wisata Jati Park
Patung buaya berbahan kayu jati di wisata Jati Park

SAMPANGTIMES, BLITAR – Menikmati wisata yang sejuk dan rindang dengan sepoinya angin ya di Jati Park tempatnya. Destiasi wisata alam ini terletak di Dusun Pagak, Desa Plumbangan, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar. Kawasan wisata ini berada di kawasan perbukitan hutan jati dengan tegakan pohon jati paling besar di Jawa Timur yang rata-rata berumur lebih dari 70 tahun.

Di sini pengunjung bisa menikmati sensasi sejuknya hutan jati yang rindang untuk menghabiskan waktu dengan keluarga ataupun sekedar bersantai menikmati akhir pekan.

Wisata alam Jati Park ini dikelola oleh kelompok masyarakat setempat yang menamakan dirinya Paguyuban Rimba Mulya. Dengan dikelolanya Hutan Jati ini sebagai tempat wisata, menambah banyaknya pilihan destinasi wisata alam di Kabupaten Blitar.

Jati Park ini merupakan lokasi yang cocok untuk merefresh diri dari kepenatan dan kesibukan aktivitas sehari-hari. Karena pengunjung dapat menikmati suasana taman yang bersih dengan pohon-pohon jati besar yang berada di sekitar.

Taman ini ke depannya akan terus dikembangkan dan dijadikan sebagai salah satu lokasi untuk pertunjukan seni. Jadi setiap seniman boleh mempertunjukkan karyanya di Taman ini. Pihak pengelola Jati Park ini, yakni Paguyuban Rimba Mulya menyediakan tempat bagi para seniman untuk mengekspresikan kecintaan mereka terhadap alam ataupun performing karya mereka di Jati Park.

Karena keterbukaan lokasi Jati Park untuk para seniman, maka lokasi ini bisa jadi salah satu ide lokasi background fotografi maupun pembuatan video klip, bahkan untuk seni rupa. Dan tak perlu khawatir dengan respons masyarakat setempat terhadap performing art para seniman di lokasi Jati Park ini, karena masyarakat di sekitar Jati Park ini sangat terbuka terhadap para wisatawan.

Bagi pengunjung yang sangat menyukai alam juga tak perlu khawatir akan terjadi pengrusakan tanaman jati di taman ini, karena pengelolaanya benar-benar dilakukan dengan baik bahkan pembuatan kursi dan meja juga berbagai hiasan yang disediakan oleh Paguyuban Rimba Mulya ini juga diperoleh dari dahan dan ranting jati yang jatuh sendiri dari pohonnya, sehingga menambah keunikan dan kealamian yang dihadirkan di Jati Park.

Selain itu, adanya pengelolaan lokasi ini sebagai tempat wisata juga menguntungkan bagi pihak perhutani, karena kehadiran pengunjung dan aktivitas di taman ini dapat mengurangi tingkat pencurian kayu atau penebangan illegal yang tentu saja sangat merugikan perhutani.

Bagi pencinta kuliner ekstrem, yang penasaran dengan rasa asli ulat jati bisa mencicipi olahan makanan unik yang sudah jarang ditemukan, yang tentu saja diolah sesuai cita rasa asli Blitar. Jati Park ini juga cocok sekali untuk pasangan yang ingin berbulan madu, karena suasana yang adem  dan lokasi yang indah.

Bagi pengunjung yang ingin menginap, tak perlu khawatir karena di sebelah taman ini, yakni di Dusun Precet, terdapat lokasi Homestay dengan view pemandangan alam dan tebing-tebing yang tak kalah dengan villa/homestay di Pulau Bali. Apalagi di Desa Plumbangan ini, banyak ditemukan sekali sumber mata air yang bersih dan tak pernah putus sepanjang tahun, sehingga aliran air dari mata airnya bisa digunakan untuk bermain-main sembari bernostalgia membayangkan bermain di sungai pada waktu masih anak-anak dulu. 

Tetapi tak hanya bagi pasangan yang sedang berbulan madu saja, tentu saja lokasi wisata ini bisa dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai kalangan dan usia. Untuk bisa memasuki area Jati Park ini, pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar 3000 rupiah saja.(*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]sampangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]sampangtimes.com | marketing[at]sampangtimes.com
Top