Acara bimbingan teknik "Pemberantasan Rokok Ilegal" yang digelar Disperindag Pemkab Blitar.(Foto : Team BlitarTIMES)

Acara bimbingan teknik "Pemberantasan Rokok Ilegal" yang digelar Disperindag Pemkab Blitar.(Foto : Team BlitarTIMES)



Cukai merupakan salah satu sumber dana pembangunan pemerintah yang berpotensi dalam menambah pemasukan pendapatan daerah. Cukai dikenakan terhadap barang-barang tertentu yang mempunyai karakteristik konsumsi dan peredarannya perlu dikendalikan, pemakaiannya menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan, serta pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan.

Salah satu dari barang yang kena cukai adalah rokok. Dan saat ini banyak beredar rokok tanpa pita cukai ataupun memakai pita cukai palsu.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar Bimbingan Teknik (Bimtek) Pemberantasan Pita Cukai Ilegal, Rabu (19/6/2019).

Hadir dalam agenda ini OPD terkait Pemkab Blitar, Bagian Perekonomian Setda, Bagian Hukum Setda, kasi trantib kecamatan se-Kabupaten Blitar, Kantor Bea Cukai, Satpol PP dan YLKI. Dalam bimtek itu, OPD terkait dan kasi trantib dikenalkan mengenai rokok ilegal dan jenis-jenis pita cukai ilegal.

Ada beberapa jenis rokok ilegal yang harus diketahui masyarakat. Yakni rokok polos, rokok dengan pita cukai palsu, rokok dengan pita cukai bekas, rokok yang dilekati dengan pita cukai bukan haknya, dan rokok yang dilekati pita cukai bukan peruntukan.

“Kami bersama-sama mengajak OPD terkait dan Kantor Bea Cukai untuk memberantas peredaran rokok ilegal di Kabupaten Blitar. Rokok ilegal ini sangat merugikan baik untuk kesehatan maupun pendapatan daerah,” ungkap Kasi Bina Usaha Disperindag Kabupaten Blitar Suswinanto.

Dengan bimtek ini, diharapkan OPD terkait dan kasi trantib di seluruh kecamatan se-Kabupaten Blitar bisa benar-benar memahami ciri rokok ilegal dan jenis-jenis pita cukai. Disperindag juga mendorong agar kasi trantib menjadi ujung tombak pengawasan dan sosialisasi pita cukai kepada masyarakat.

“Mereka (OPD dan kasi trantib) adalah mitra kita dalam pengawasan rokok ilegal. Khsususnya kasi trantib. Sebagai satpol PP tingkat II yang berada di wilayah, kami harapkan dapat berperan memberikan nasihat kepada masyarakat agar jangan sampai menjual rokok yang ilegal. Masyarakat harus tahu rokok ilegal ini terkait dengan pita cukai. Khususnya rokok yang tidak sesuai dengan peruntukan, seperti cukai untuk rokok kretek tapi dipasang di cukai rokok yang diproduksi dengan mesin. Ini suatu pelanggaran,” imbuhnya.

Lebih dalam Suswinanto menyampaikan, pada tahun ini pihaknya bersama lembaga terkait akan lebih menggencarkan pengawasan rokok ilegal. Hal ini dilakukan agar Kabupaten Blitar bebas dari peredaran rokok ilegal.

”Kami akan terus keliling melakukan pengawasan setiap bulan. Apabila ada temuan, maka akan kami serahkan Bea Cukai.vyang menindak adalah mereka,” pungkasnya.


End of content

No more pages to load