Sahroni menunjukkan tempat mesin cucinya yang terbakar  (Agus Salam/Jatim TIMES)

Sahroni menunjukkan tempat mesin cucinya yang terbakar (Agus Salam/Jatim TIMES)


Pewarta

Agus Salam

Editor

Heryanto


Dua kebakaran terjadi di Kota Probolinggo di lokasi dan waktu berbeda, Rabu (26/6/). 

Sebuah gudang penyimpanan kardus di Toko Anugerah di jalan Basuki Rahmad, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, terbakar.

Tak hanya itu, kebakaran juga terjadi di rumah Sahroni (45) RT 3 RW 2 Jalan Abdurrahman Wachid atau Gusdur, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan. 

Tak ada korban jiwa dalam 2 kebakaran tersebut. Hanya saja kardus yang disimpan digudang Toko Anugerah, ludes terbakar.

Sedang kebakaran di rumah Sahroni, mesin cuci yang ditaruh di luar ruangan, ludes tak tersisa. 

Sahroni mengatakan, ia mengetahui mesin cucinya terbakar, begitu tiba di rumahnya setelah seharian berada di Malang ngontrol anak ketiganya yang sakit. 

Pria beranak 3 itu bersama istrinya tiba di rumahnya sekitar pukul 14.30 dan mengetahui adiknya berada di rumah. 

Saat ditanya, adiknya mengaku, habis memadamkan api yang membakar mesin cuci.

Karenanya, Sahroni tidak mengetahui pasti kronologi kejadiannya, berikut 2 anaknya yang sekolah dan mondok di Malang.  

Rumahnya, ujar Sahroni, dalam keadaan kosong dan seluruh pintunya digembok alias dikunci. 

Adiknya berikut tetangga dekatnya memadamkan api, memanjat tembok yang tak beratap. 

“Melihat asap mengepul, adik dan tetangga melompat tembok. Kebertulan tidak ada atapnya,” tandasnya.

Dijelaskan, saat dirinya tiba di rumah, asap sudah tidak ada dan api sudah padam. 

Sahroni mengaku, tidak tahu penyebabnya, namun perkiraannya kabel mesin cuci korsleting. Mengingat, ia lupa mematikan arusnya di stop kontak yang dipasangnya.

“Ini kabel yang ke mesin cuci terkelupas. Mungkin konslet. Ya, saya lupa mematikan dari stop kontaknya,” jelasnya.

Lantaran sikap sigap dari adik dan atetangganya itu, api bisa dipadamkan sebelum menjalar ke perabotan yang lain. 

Api hanya meludeskan mesin cuci dan menghitamkan dinding tembok di sekitar kebakaran. 

Saat ditanya, warga dan adiknya memadamkan api menggunakan apa, sedang saat kebakaran, listrik di rumahnya padam. 

“Pakai air yang ada ditandon atas rumah. Tetangga menyemprotkan air dari pompa listrik milik tetangga,” pungkasnya. 

Lantaran sudah padam, kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) milik Pemkot batal meluuncur ke lokasi kejadian. 

Sementara kebakaran yang terjadi di jalan Basuki Rahmat Toko Anugrah, 2 damkar sempat mendatangi lokasi. 

Hanya, saja satu damkar yang memadamkan apa, mengingat api sudah dipadamkan pemilik, karyawan toko dan warga sekitar.

Sedang penyebab kebakaran di toko yang menjual pakan burung dan ternak tersebut, diduga puntung rokok. 

Begitu melihat asap, karyawan dan warga kalang kabut setelah melihat gudang terbakar. 

Mereka berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, api dapat dipadamkan, setelah 2 damkar milik pemkot tiba dilokasi kejadian.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, dan yang mengetahui pertama kali adalah Bagus (16), anak pemilik Toko yang melihat api di ruang atas toko. 

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun hanya kardus dan tempat pakan ternak yang terbakar.

Nanung Nuryanto (54), salah satu karyawan toko mengaku, diberi tahu anak pemilik toko kalau gudang di lantai atas terbakar, Spontan ia meminta karyawan lain untuk memadamkan api. 

Lantaran tak mampu dipadamkan sendiri, kemudian ia menghubungi Damkar. 

”Kantor Damkar kan dekat, jadi cepat ditangani. Kalau kerugian, hanya kardus dan tempat pakan ternak,” katanya.

Sulis Susanto, Komandan Regu Pemadam Kebakaran menjelaskan, belum diketahui pasti penyebabnya. 

Hanya saja, hasil pengamatan sementara, diduga dari puntung rokok yang dibuang sembarangan. 

“Sekitar satu jam api dapat dijinakkan, sehingga tidak sampai menjalar ke yang lain. Untuk memadamkan, kami kerahkan dua unit mobil damkar,” jelasnya.


End of content

No more pages to load