Kadispendik Pemkab Jember Dr Edy Budi Susilo MSi (foto : dok / Jatim TIMES)

Kadispendik Pemkab Jember Dr Edy Budi Susilo MSi (foto : dok / Jatim TIMES)



Pengumuman penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2019-2020 hari ini diumumkan. Dari data pengumuman PPDB yang diterima media ini, sedikitnya ada 53 SMP negeri di Jember yang masih belum memenuhi pagu dengan jumlah 1.845 bangku yang tersebar di beberapa kecamatan di Jember.

“Kami berharap orang tua agar segera memanfaatkan bangku kosong sebanyak seribu delapan ratus empat puluh lima dengan sebaik-baik-baiknya. Pendaftaran tahap kedua ini, sesuai jarak rumah ke sekolah masing-masing,” tutur Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Edy Budi Susilo, Rabu (27/6/2019) malam.

Dia menjelaskan, tidak ada pendaftaran tahap ketiga. Sebab, tahap berikutnya adalah persiapan memulai pelajaran tahun ajaran baru. Tahun ajaran baru mulai tanggal 15 Juli 2019.

Lebih jauh Edy Budi menjelaskan, setiap rombel (rombongan belajar) SMP sebanyak 28 siswa. Untuk 41 SMPN yang sudah memenuhi, bahkan melebihi pagu telah ditetapkan dalam PPDB tahun ini.

SMPN yang masih kurang dari pagu yakni SMPN 9 Jember (kurang 37 siswa), SMP Negeri 13 Jember (kurang 43), SMP Negeri 14 Jember (kurang 86 siswa), SMP Negeri 15 Jember (kurang 22), SMP Negeri Pakusari (kurang 27), SMP Negeri 1 Jelbuk (kurang 36), SMP Negeri 2 Jelbuk (kurang 16), SMP Negeri 3 Jelbuk (kurang 13). Lalu SMP Negeri 2 Arjasa (kurang 15), SMP Negeri 3 Jelbuk (kurang 45), SMP Negeri 2 Kalisat (kurang 53), SMP Negeri 3 Kalisat (kurang 21), SMP Negeri 4 Kalisat (kurang 44).

Kemudian SMP Negeri 1 Sukowono (kurang 71), SMP Negeri 2 Sukowono (kurang 52), SMP Negeri 3 Sukowono (kurang 25), SMP Negeri 4 Sukowono (kurang 18), SMP Negeri 2 Sumberjambe (kurang 10 siswa, SMP Negeri 3 Sumberjambe kurang 10), SMP Negeri 4 Sumberjambe (kurang 5), SMP Negeri 5 Sumberjambe (kurang 6). Juga SMP Negeri 2 Ledokombo (kurang 38), SMP Negeri 3 (kurang 25), SMP Negeri 1 Mayang (kurang 78), SMP Negeri 3 Silo (kurang 60), SMP Negeri 4 Silo (kurang 26), SMP Negeri 5 Silo (kurang 31).

Sedangkan SMP Negeri 2 Mumbusari kurang 17 siswa, SMP Negeri 2 Tempurejo (kurang 60), SMP Negeri 3 Tempurejo (kurang 17), SMP Negeri 4 Tempurejo (kurang 25), SMP Negeri 2 Jenggawah (kurang 5), SMP Negeri 2 Ajung (kurang 52). Lalu SMP Negeri 3 Ambulu (kurang 46), SMP Negeri 2 Wuluhan (kurang 37), SMP Negeri 2 Balung (kurang 27), SMP Negeri 3 Balung (kurang 124), SMP Negeri 2 Jombang (kurang 10).

Sementara SMP Negeri 2 Gumuhmas (kurang 38), SMP Negeri 1 Tanggul (kurang 29), SMP Negeri 2 Tanggul (kurang 19), SMP Negeri 3 Tanggul (kurang 22), SMP Negeri 5 Tanggul (kurang 57), SMP Negeri 7 Tanggul (kurang 29), SMP Negeri 1 Sumberbaru (kurang 2), SMP Negeri 2 Sumberbaru (kurang 17), SMP Negeri 2 Bangsalsari (kurang 53). Lalu SMP Negeri 3 Bangsalsari (kurang 58), SMP Negeri 4 Bangsalsari (kurang 13), SMP Negeri 2 Rambipuji (kurang 54), SMP Negeri 3 Rambipuji (kurang 41), SMP Negeri 1 Sukorambi (kurang 19), SMP Negeri 2 Panti (kurang 61).

“Lima puluh tiga SMPN tersebut membuka pendaftaran tahap kedua dijadwalkan mulai tanggal 27 hingga 29 Juni 2019. Silakan mendaftar di dua puluh lima kecamatan dengan persyaratan mendaftar dengan membawa bukti pendaftaran jalur zonasi tahap 1,” ungkapnya.

Pendaftaran tahap kedua di sekolah yang dituju hanya mendaftar sesuai kuota kekurangan pagu. Bila sudah cukup pagunya, sekolah langsung menolak dan mengarahkan calon siswa untuk mencari sekolah yang lain.

“Silahkan dilihat pengumuman ini dan disebarkan kepada warga lainnya agar tidak ada anak yang putus sekolah atau anak yang tidak sekolah,” pesan Edy Budi.

 

Tag's Berita jember berita jember

End of content

No more pages to load