Ilustrasi, net

Ilustrasi, net



Gara-gara pesanan gelang, seorang perempuan bernama Purwaningsih (25), ibu rumah tangga warga Dusun Kayulawang RT 04 RW 01 Desa Kedoyo, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, mengaku menjadi korban penganiayaan. Tak terima, Purwaningsih melapor ke polisi. 

"Dugaan tindak pidana penganiayaan dengan TKP di rumah kos," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasubag Humas AKP Sumaji, Kamis (27/06) siang.

Waktu kejadian pada Rabu (26/06) sekitar pukul 11.00 WIB di rumah kos Jalan Mayjend Sungkono V RT 03 RW 05 Kelurahan Kuthoanyar. Terlapor adalah Lidya (30).

Sebelumnya Purwaningsih dan Lidya saling jual beli barang. Berawal pada Selasa 24 Juni 2019 sekira pukul 08.58 WIB, Purwaningsih memesan barang kepada Lidya berupa seuntai gelang seharga Rp 475.000.

"Besoknya, korban bermaksud me-cancel pesenannya. Namun terlapor tidak mau dengan alasan bahwa barang sudah siap," ungkap Sumaji.

Akhirnya Purwaningsih tetap memutuskan akan membeli barang tersebut dan janjian akan bertemu di rumah kosnya untuk membayar langsung secara tunai.

"Namun sampai pukul 18.00 WIB, terlapor (Lidya) tidang datang. Selanjutnya terlapor mengirim pesan lewat WA yang intinya minta  cara pembayaran lewar transfer," jelas Sumaji.

Pada  Rabu 26 Juni 2019  pukul 12.00 WIB, Purwaningsih dan Lidya bertemu di rumah kos. Purwaningsih langsung memberikan uang tunai sebesar Rp 500.000 kepada Lidya sebagai pembayaran barang pesanannya.

"Uang milik korban malah disobek-sobek. Selanjutnya terjadi cekcok mulut dan menuduh korban sebagai penipu. Selanjutnya terlapor melakukan penganiayaan dengan cara mencakar tangan korban sebanyak tiga kali di bagian lengan kanan, pipi sebelah kanan dan kiri serta di bagian kening. Terlapor juga melakukan pukulan ke arah bagian kepala belakang," terang Sumaji.

Atas kejadian tersebut, Purwaningsih mengalami luka bekas cakaran dan kepala pusing. Dia akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tulungagung.

 


End of content

No more pages to load